AL-QUR’AN: Sesuatu yang tidak diacuhkan.

September 9, 2008 at 4:13 am 2 komentar

Dinegara yang mayoritas penduduknya muslim ternyata tak berdampak mereka melek Al-Qur’an bahkan hafal hurufnya pun tidak, Berdasarkan sensus depag tahun 2004 ternyata didapat hasil bahwa yang bisa baca tulis Al-Qur’an tidak lebih dari 10% apatah lagi yang hafidz tentu lebih kecil dari angka itu, fenomena ini menunjukan bahwa ummat islam yang kurang lebih 85% dari total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 230 juta jiwa ini ‘merana’ dan apabila dianalogikan kepada sebuah tanaman/pohon ini sudah terjangkit berbagai penyakit/hama yang menggerogoti kesuburannya, sehingga apabila datang petani/sang empunya ia tinggal memutuskan untuk membabad habis dikarenakan tidak produktif.

Maka sangat ironis sekali dengan kenyataan tersebut negara dengan predikat muslim terbesar namun jiwanya merana, berbagai tindak kriminal bermunculan dimana-mana, menghilangkan nyawa orang lain ibarat menyembelih ayam, minum-minuman keras bebas dijajakan diwarung-warung kecil,
pelacuran jadi mata pencaharian, bayi yang suci takberdosa menjadi korban kebiadaban orang tua yang tak menginginkan kehadirannya di dunia ini, mengambil sesuatu yang bukan haknya/korupsi sudah menjadi arisan yang tak boleh terlewatkan, lantas apa artinya predikat kita sebagai komunitas muslim
muslim terbesar dunia bila itu semua menjadi pekerjaan kebanyakan rakyatnya???
Agama hanya dijadikan topeng untuk meraup harta, pangkat dan jabatan yang itu semua dibalut rapi dengan ibadah-ibadah ritual yang tak bermakna.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-furqan ayat 30 yang berbunyi:
“Berkatalah Rasul: “Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.(QS.25:30)
Dari ayat ini Rasul mengisyaratkan bahwa ummat-nya dikemudian hari setelah kewafatannya menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang tidak dipedulikan bahkan beliau mengadukannya kepada Rabbnya yang telah menurunkannya, sedangkan sebagai konsekuensi bagi seorang muslim ketika ia beriman maka
Al-Qur’an harus dijadikan sebagai pedoman hidup/ideologi baginya yang tak bisa ditawar-tawar lagi, karena pengertian iman itu sendiri adalah keyakinan yang menghujam dalam hati yang selaras antara perkataan dan perbuatan tidak bisa secara partial jika partial maka itu namanya Munafiq.
Allah SWT berfirman:”(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)….“(QS.2:185)

Al-qur’an adalah kalamullah yang mana didalamnya terdapat petunjuk-petunjuk bagi kaum yang meyakininya, furqan yang menbedakan antara perkara-perkara yang haq/benar dengan perkara
yang bathil sehingga tidak ada yang berwarna abu-abu/samar-samar katakanlah bahwa yang haq itu haq dan yang bathil itu adalah bathil antara air dan miyak tak akan bersatu selama-lamanya, ia adalah nur/pelita dalam kegelapan untuk menuntun kepada jalan yang benar jalan yang telah diridhaiNya, ia adalah kompas untuk menunjukan jalan yg benar bagi navigator, ia adalah air segar dan pupuk yang menyuburkan tanam-tanaman, ia adalah hujan yang menghijaukan dan melebatkan rerumputan dan pepohonan,
ia adalah sebagai ibrah/pelajaran/kisah-kisah dari ummat-ummat terdahulu, ia adalah rahmat yang paling besar bagi semesta alam hingga akhir zaman.
Allah SWT berfirman:”Kitab(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezkiyang Kami anugerahkan kepada mereka.dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhiratMereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung“(QS.2:2-5)

Namun realitanya Al-Qur’an hanya dijadikan pajangan untuk menghiasi rumah-rumah, diperlombakan sebagai keindahan membacanya saja, dijadikan saksi bisu pelantikan pejabat-pejabat yang korup,
bacaan yang tak lebih penting dari koran-koran berita atau bahkan menjadi tumpukan mushaf/lemaran-lembaran  yang tak berarti yang tercecer di gudang penuh dengan debu…..Astagfirullahaladziim..!
Sedangkan Rasulullah saw sendiri mewanti-wanti kepada kita sebagai ummatnya untuk memegang teguh Al-Qur’an dan sunnahnya hingga akhir zaman apabila tidak ingin tersesat dunia dan akhirat.
Memagang teguh Al-qur’an adalah ibarat memegang seberkas pelita dalam kegelapan untuk menemukan ‘jalan kembali’ yg terang namun bila ‘membuangnya’ ibarat kita berjalan di tengah kegelapan malam gulita dibawah awan hitam legam yg berjubel nan penuh jurang.

Dan dimasa kini Al-Qur’an dijadikan bahan tandingan manusia dalam membuat dan melaksanakan peraturan dan perundang-undangan negara, sehingga berbagai perkara yang melingkupi hajat hidup masyarakat yang banyak dalam negara ditata dan diatur dengan perundang-undangan
hasil produk manusia yang berlandaskan hawa nafsu serta penuh kekurangan dan kehilafan.
Logikanya bila kita membeli produk sebuah mobil ternama katakanlah BMW tentu pabrikan dari BMW akan mengeluarkan tata-cara / manualbook prosedur cara mengendara yang baik, pemeliharaan, garansi, dll namun apa jadinya bila kita mengunakan manualbook, prosedur, dll dari pabrikan mobil Mercedes Benz??? Tentunya mobil BMW kita akan hancur dan garansinya pun musnah.
Tidak jauh berbeda dengan Peraturan/Perundang-undangan hasil produk manusia untuk dipakai manusia sesamanya tentu ini akan chaos/kacau-balau, Kita ini hakikatnya diciptakan/diproduksi oleh Allah maka yang berhak mengaturnya pun ialah Allah sebagai Sang Khaliq dengan menerbitkan Al-Qur’an sebagai pedomannya.

Allah SWT telah berfirman dalam beberapa ayat:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi
yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
“(QS.5:44)

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.“(QS.5:45)

Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik“(QS.5:47)

Allah SWT telah melebeli orang-orang yang tidak merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadist shahih sebagai pemutus perkara-perkara dalam kehidupan ini sebagai orang-orang yang KAFIR, ZALIM dan FASIQ, lantas apa pandangan kita? Apakah akan membuat tandingan-tandingan bagi Al-Qur’an sebagai kitab yang haq dengan perundangan-undangan manusia yang penuh noda dan dosa?
Menurut anda siapa yang lebih baik…Hukum Allah atau hukum buatan manusia/jahiliyah?
Allah SWT telah berfirman:”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?“(QS.5:50)

*****

Entry filed under: Friends. Tags: .

Surat Terbuka untuk Remaja Muslim Indonesia Paradoks Kehidupan

2 Komentar Add your own

  • 1. himpass  |  Februari 17, 2009 pukul 7:06 am

    Al qur’an yang menjadi hakim( surah yasin)

    kami dengar kami taati..
    siapa yang didengar dan siapa yang diaati..
    apa yang didengar dan apa yang diaati..

    orang yang tak terpisah dari Alquran..
    orang yang menjadikan alquran sebagai perkataanya,..
    ulama pewaris nabi ..
    ulama yang yang menyeru(mengajak)..

    ulama al quran yang berjalan..
    itulah yang sebanar benarnya al quran..
    kitab (ulama) yang tidak ada keraguan didalamnya
    yang didalamnya ada al quran

    49. Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu[1156]. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

    terjadinya pengingkaran ketika dibacakan..
    yang setiap zaman ada pelakunya.. yang setiap zaman ada yang membacanya.. dan setiap zaman adapula yang membantahnya..

    Balas
  • 2. himpass  |  Maret 22, 2009 pukul 9:05 am

    AJAKAN KEPADA ISLAM BAGI YANG IMAN
    Oleh : Al Jabir

    Yaa aiyyuhal ladziina aamanudkhuluu fis silmi kaaffah, walaa tattabi’uu khuthuwaatisy
    Syaithaan; innahuu lakum ‘aduwwun mubiin (Albaqarah 2 : 208)
    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

    Wahai saudaraku (Roseryzal), setelah sampai Kalam Tuhan ini kepadamu melalui si Aljabir dan kamu menerimanya, sehingga kamu menunudukkan diri dengan bersaksi dihadapannya maka muthlak kamu sudah menerima Islam yang dari sisi Allah. Yang selama ini kamu menyandang Islam berdasarkan garis keturunan, lalu kamu berbuat layaknya seperti pekerjaan Islam. Dan karena kamu berbuat layaknya Islam, maka orangpun mengatakan kamu Islam. Sebaliknya kamu melihat kawanmu berbuat layaknya Islam maka kamupun mengatakan mereka Islam, ini Islam yang menurut manusia atau Islam disisi manusia. Kamupun punya kartu identitas (IC) yang bertuliskan bahwa kamu beragama Islam. Ini Islam berdasarkan isian (borang) blangko kosong yang mau tak mau kamu isi dengan huruf I s l a m.

    Islam dari garis keturunan, Islam dari sisi manusia, Islam isian Blangko kosong (borang), dan banyak lagi menyebabkan manusia ini mengatakan dirinya Islam, itu semua adalah Islam dimata dunia. Dan dunia ini hanyalah tipu daya semata. Tidak bisa dijadikan pegangan untuk menyatakan bahwa Islammu benar walau sudah kamu tuntut ilmunya dari kecil sampai university, bahkan sampai ke Kairo atau Arab Saudi.

    Yaa aiyyuhal ladziina aamanuu athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri min kum.
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.

    Wahai saudaraku, benarnya kamu taat kepada Allah yang tak seumpama dengan sesuatu, tak dapat diumpamakan dengan tulisan huruf A l l a h atau huruf Alif lam lam ha`, tak dapat diumpamakan dengan ucapan Allah. Tak pula dapat diumpamakan dengan khayalan akal walaupun sudah banyak ilmu tentang Allah yang kamu pelajari. Tak dapat diumpamakan dengan rasa dalam hati sehingga kamu rasakan kamu khusu’ dalam beribadah denganNya. Bukan itu Allah saudaraku, dan bukan pula diluar itu. Makanya tak bisa tidak kamu mesti taat kepada Rasul. Ketika datang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, walaupun tak sesuai dengan keinginan kamu, tak sesuai ilmunya dengan ilmu yang kamu tuntut, tak sesuai amal ibadahnya dengan yang kamu perbuat, jangan kamu menyombongkan diri terhadapnya. Jangan kamu mendustakannya, apalagi membunuhnya. Ikutilah Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka benarlah kamu telah taat kepada Allah Jalla wa ‘azza.

    Benarnya kamu mengikuti Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka datangilah Pemimpin yang dari kamu, yang ia menyampaikan Salam dari Tuhanmu sehingga kamu menerima salamnya. Kamu Islam kepadanya, merendahkan diri kepadanya dengan mengucapkan dengan lisanmu dan I’tiqadmu, : “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah)”. Inilah Islam yang disisi Allah. Disisi Allah adalah Rasul; itulah Pemimpin yang dari kamu. Dia ada ditengah-tengah kamu, dia layaknya manusia seperti kamu juga. Makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak, bahkan berjalan dipasar-pasar seperti layaknya kamupun makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak dan berjalan.

    Wahai saudaraku (Roseryzal), syukurilah bahwa kamu telah menundukkan diri (taslim, Islam, Muslim) kepada orang yang didatangkan kepada kamu sekarang ini sehingga kamu tidak hanya Islam disisi dunia ini melainkan sudah Islam disisi Allah (Islam Kaaaffah). Kamu sudah tidak lagi mengikuti langkah Syaithan, yang Syaithan itu musuh yang nyata. Syaithan itu mengikuti langkah Iblis. Iblis sujud kepada Tuhan Rabbul jalil, tetapi enggan dan menyombongkan diri kepada Adam As yang Pemimpin (khalifah) dimuka bumi saat itu. Sampai-sampai tidak sejengkal bumi ini yang tidak bekas sujud Iblis. Tidakkan dirumahnya, Iblis menjadi imam, dimushalla, dimesjid, di atas langit, di surga, bahkan para Malaikatpun, Iblislah imamnya. Begitulah para pengikut syaithan sekarang ini, sujud kepada Tuhannya tapi enggan dan menyombongkan diri kepada Pemimpin yang diturunkan Allah di hari akhir ini. Bahkan mereka memusuhimu ketika kamupun sekarang menyampaikan Salam dari Tuhan mereka yang Penyayang dikarenakan kamu pun diciptakan Tuhan dari segumpal darah.

    Syukurilah wahai saudaraku (Roseryzal) dengan cara sampaikan Salamku kepada sekalian manusia, sehingga apabila mereka juga seperti kamu yang menerima Salamku, maka tak terlebih mulia engkau dari padaku dan tak terlebih mulia aku dari padamu. Engkau dan aku satu dalam kalimah: “laa ilaaha illallaah, Muhammadur rasuulullaah”. Allah, Rasul, Pemimpin, bukan tiga melainkan satu jua adanya, alias esa. Ditambah sekarang kamu menerima seruan ini, bukan jadi empat namun satu jua adanya. Ketahuilah bahwa Mu`min itu satu. Namun Allah tetap Allah, Rasul tetap Rasul, Pemimpin tetap Pemimpin. Tiga (3) tapi satu (1), satu tetap tiga (3). Inilah pasukanku wahai saudaraku, 3 1 3. Mudah-mudahan kamu shabar serta Allah.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


.:My Profile:.


Just one of a weak 'Abdullah', n try to be a real Islamic struggler

Posts

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Itung Pengunjung:

  • 340,139 lawatan

%d blogger menyukai ini: