Jika Islam tanpa Syari’ah

Juni 5, 2007 at 9:40 am 1 komentar

Bismillahirrahmanirrahiim,How if Islam without Syari’ah

Assalamu’alaikum wrwb..

Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT semata yang tiada Illah melainkan hanyalah Dia yang sentiasa mengurus seluruh mahluknya baik yang ada di langit ataupun yang ada di bumi, baik yang ghoib ataupun yang dzohir tanpa ada kelelahan dan keletihan sedikitpun, sungguh ia Maha Agung, Maha Hidup, maha Kaya, Maha Perkasa dan Maha bijaksana…

Selawat serta salam semoga tetap Allah curahlimpahkan kepada Penghulu para Nabi dan Rasul, imam orang yg bertaqwa, Panglima para Mujahid dan para syuhada, insan sebaik-baik insan di dunia, Junjungan Nabi kita tercinta Muhammad Rasulullah saw, serta pd seluruh keluarganya, para sahabat, para tabi’in dan seluruh ummatnya yg kini tengah memperjuangkan akan tegaknya Kalimatillah di dibelahan bumi manapun mereka berada hingga akhir zaman.

Saudaraku, apalah artinya hidup kita didunia yang fana ini tanpa adanya ISLAM,

Apalah artinya diri ini jika didalamnya tiada jiwa yang disinari cahaya Nur Illahi?
Apalah artinya tubuh yang kekar dan gagah ini jika tiada disentuh dan disepuh oleh Sibghatallah?
Apalah artinya otak dan fikiran yang cerdas dan briliant ini tanpa adanya disirami dengan aqidah dan fiqrah Islam?
Apalah artinya tangan dan kaki yang tangkas dan cekatan ini tanpa ianya ditopang oleh akhlaq islam?

Apalah artinya diri ini jika tanpa ISLAM.

Apalah artinya harta, jabatan, pangkat dan kedudukan yang berjubel tanpa ia disepuh oleh syari’at islam yang mulia, tentu ia akan melupakan siapa pemberi Empunya, tentu ia akan berlaku dengan sewenang-wenang didalam hidupnya, tentu ia akan menzalimi siapa yg ia kehendaki bahkan jiwanya sendiri, tentu ia akan membawa kebinasaan bagi dirinya diakhirat kelak di depan Mahkamah Allah SWT yang Teragung.

Apalah artinya diri, masyarakat dan bangsa didunia ini jika tidak dibimbing oleh wahyu Illahi yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, tentu diri ini akan tersesat dalam kesesatan yang nyata dan dalam keadaan gelap gulita dalam menjalani dan mengarungi bahtera kehidupan, tentu mereka akan jauh dari Rahmat, Barakah dan Pertolongan Allah yang Maha Gagah perkasa, tentu kita semua akan binasa dengan azabNYA yang sungguh Maha dahsyat sebagaimana Ia telah melenyapkan manusia-manusia dan kaum terdahulu yang pembangkang kepada Rasul-rasulNya.

Apalah artinya negeri yang makmur dan subur serta kaya akan segala sumber daya alam yang melipah ruah yang telah Ia kurniakan pada bangsa ini tanpa di atur dengan undang-undang Allah yang mulia,tentu ia akan menjadi sesuatu yang diperebutkan oleh manusia-manusia yang serakan akan dunia yang akan mendatangkan kesengsaraan bagi umat dan masyarakat, tentu ia hanya akan menyisakan isak-tangis kaum dan masyarakat yang sentiasa tertindas bahkan tak luput dari tujuh turunan.

Apalah artinya Islam yang mulia ini tanpa keberadaan dan berlakunya syaria’ah didalamnya, tentu ia akan menjadi gersang dari rahmat dan kurnia Allah yang Maha Pemurah, Maha Pengasih lagi Maha penyayang,

Apalah artinya seseorang yang berpredikat ‘MUSLIM’ jika didalam jiwanya hampa dan kosong dari kerinduan dan cinta akan tegaknya syariah dimuka bumi ini?

Apalah artinya diri yang mengaku ‘MUKMIN’ ini jika didalam dadanya tak terbersit sedikitpun untuk berjihad dan memperjuangkan kalimah ALLAH di muka bumi ini?

Apalah artinya ISLAM tanpa SYARI’AH…

Apalah artinya ‘Khairu Ummah’ tanpa memperjuangkan tegaknya Laa Illaha illallah….?

Apalah artinya label ‘Mukmin’ jika tanpa dihiasi dengan kesabaran dalam JalanNYA dan Tawwakal Allallah..?

Apalah artinya label ‘Muslim’ jika kita tak berserahdiri sepenuh jiwa, raga serta harta kita kepada ALLAH SWT?

Apalah artinya ISLAM tanpa SYARI’AH…

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang Din yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kpdmu dan apa yang telah Kami wasiatkan kpd Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah Din dan jnglah km berpecah belah tentangnya.”
(QS.As-Syuraa:13)
Wallahu’alam.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Entry filed under: Friends. Tags: .

Nikmat Allah yang manakah yang kau dustakan? Keutamaan para Mujahidin.

1 Komentar Add your own

  • 1. dhennox  |  Juni 6, 2007 pukul 4:38 am

    Aq setuju banget dengan tulisan di atas. Nich jadi inget nasyid pada saat masyirah ………

    “Laa izzata illa fil-islam
    Walaa islama illa fisy-syari’at
    Walaa syariata illa fid-daulah
    Daulah khilafah rasyidah”

    Semoga qt snantiasa digolongkan dalam barisan orang-orang yang memperjuangkan syariat-Nya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


.:My Profile:.


Just one of a weak 'Abdullah', n try to be a real Islamic struggler

Posts

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Itung Pengunjung:

  • 340,139 lawatan

%d blogger menyukai ini: