TANYA – JAWAB MENGENAI KEHIDUPAN
DARI MANA AKU BERASAL?
Qs. Al-Hajj:5
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
SABILILLAH VS SABILITHOGUT
“Orang-orang beriman berperang di Jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di Jalan Thogut. Sebab itu perangilah kawan-kawan Syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya Syetan itu lemah”
(Qs An-Nisa [4] : 76)
Dalam Al-Qur’an kalimat sabil sering dihubungkan dengan kalimat Allah dan at-Thagut. Sehingga membentuk kalimah SABILILLAH, artinya “Jalan Allah”. atau SABILITHOGUT, artinya “Jalan Thogut”. Jalan Allah adalah jalan yang lurus, sedangkan Jalan Thagut adalah jalan yang sesat.
Sabilillah
Sabilillah adalah cara, sistem, metode atau sarana/prasarana untuk terlaksananya pengabdian kepada Allah. Tidak akan diterima amal seseorang kalau tidak berada pada SABILILLAH. Sebagai contohnya “INFAQ”. Allah menyuruh muslim agar berinfaq fi Sabilillah/di Jalan Allah. “Dan berinfaqlah di “jalan Allah”….” (Qs Al-Baqarah [2] : 195). Begitupun “DA’WAH”, Da’wah atau mengajak manusia bukan kepada kelompok, organisasi, partai, Syu’ubiyyah/Nasionalisme. Mengajak manusia yang benar adalah mengajak ke dalam Sabilillah. “Ajaklah manusia ke “jalan Rabmu” dengan bijaksana…”(Qs An Nahl [16] : 125). Kemudian berjihad atau berjuang membela kebenaran harus di dalam Sabilillah, “Dan berperanglah kalian “di Jalan Allah” ….(Qs Al-Baqarah [2] : 244)
Sabilithogut
Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, bentuk Thagut antara lain :
- Penguasa Zalim yang menolak Hukum Allah (QS An-Nisa [4] : 51, 60)
- Institusi, baik lembaga organisasi atau lembaga Negara yang berhukum kepada selain hukum Allah (Qs A;-Maidah [5] : 44, 45, 47)
Adapun dasar hukum Thogut adalah filsafat/hawahu (Qs 23:71), Nenek moyang/Abaahu (Qs 5 : 104) dan hukum-hukum Jahiliyah. Dalam pelaksanaannya Sunatullah para pengikut Thagut akan memerangi para pendukung Sabilillah dengan menggunakan sistem, cara, metode buatan Thagut, diantaranya saat ini berdasarkan kesepakatan suara terbanyak manusia yang tidak tahu menahu hukum Allah atau DEMOKRASI (Qs 6 : 116), inilah yang dimaksud Sabilithagut.
Suatu hal yang ironi orang yang mengklaim berjuang fi Sabililllah tapi menggunakan sistem Thogut tersebut (Qs 4 : 60). Atau lebih ironi lagi, sudah memahami bahwa institusi tersebut adalah institusi Thogut tapi masih mengkritisi kebijakan-kebijakannya atau berada dibawah naungannya/perlindungan hukum.
Sementara Para Rasul Allah senantiasa bersikap “MUKHLISIINA LAHUDDIN” (QS 98 : 5), murni dalam bersistem tanpa ada campur baur dengan sistem gherul islam. Rasululullah saw dan para pelanjutnya hingga akhir jaman bersikap AL-BARO’AH (Qs 60 : 4), berlepas diri/tidak mau tahu/tidak peduli/tidak ambil pusing terhadap aturan-aturan maupun kebijakan-kebijakan Thagut, sembari bersikap AL-WALA kepada kepemimpinan dan aturan-aturan Allah. Sebagaimana halnya Nabi Muhamad Saw di awal perjuangan Islam membentuk DARUL ARQOM (sebagai tempat bermusyawarah/pembinaan umat) sebagai tandingan untuk melawan DARUN NADWAH (tempat berkumpulnya/musyawarah Abu Jahal dan pemimpin Quraiys). Rasululullah Saw dan para Sahabatnya tidak pernah bermusyawarah didalam Gedung Darun Nadwah, walau sempat diajak sekalipun dan tidak memperdulikan kebijakan-kebijakan Kubu Darun Nadwah, atau dengan kata lain tidak pernah BERDEMO di halaman Gedung Darun Nadwah untuk menegakkan Hukum Allah.
Tapi Rasululullah Saw memperkuat dan memperkokoh barisan Darul Arqom (Kaum muslimin) baik dari segi kualitas (Pembinaan, Qs 62 : 2) maupun Kuantitas (Dakwah, Qs 16 :125) untuk menyongsong tegaknya Hukum Allah dalam wujud Madinah, Daulah hingga Khilafah (Qs 25 :55).
*http://balakecrakan.wordpress.com
Urgensi Syahadatain
Abu Dzar Berlari berlari dalam dadaku,
singgah disetiap kota.
Hanya sekadar berkata :
” HIDUPLAH DENGAN SYAHADAT “
Lalu diantara ribuan jiwa yang tengadah, menentang.
Merasa setiap jiwa berkuasa terhadap jiwa yang lain.
Mereka berteriak :
“Adalah ribuan abad kami membangun peradaban,
Maka engkau muncul dari entah hanya fatamorgana
bagi kami !!”
Abu Dzar tersenyum dalam dadaku,
Langkahnya mantap.Masih dengan kata :
” HIDUPLAH DENGAN SYAHADAT ”

Tauhid flag
Maka ketahuilah sesungguhnya tidak ada illah melainkan Allah….. (QS47:19)
Jumlah umat Islam kini sangat banyak. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai Islam keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua. Kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada Islam secara benar, orisinil dan utuh.
Hakikat memahami Islam dimulai dari memahami inti sari ajarannya yaitu dua kalimat syahadah (syahadatain). Kalimat tersebut terdiri dari Laa Ilaaha Illallah dan Muhammadun Rasulullah. Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami hakikat kalimat syahadah, kita dapat terjerembab ke dalam penyakit kebodohan dan kemusyrikan.
Kenali biodata Iblis

Nama : Iblis
Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
Singgasana : Di atas air
Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir
Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
Karyawan : Setan jin dan setan manusia
Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen : Dukun dan paranormal
Musuh : kaum muslimin
Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para thaghut
Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa
Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta
Jurus Andalan :
1. Memoles kebathilan
2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5. Menyesatkan manusia secara bertahap
6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7. Berlagak sebagai penasihat
Kelemahan :
1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3. Lari dari suara adzan
4. Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah
5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah
Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali, Oleh : Abu Umar Abdillah
*http://bungakehidupan.wordpress.com/2009/01/27/biodata-iblis/



Sedikit renungan disela kesibukan
Sedikit renungan…..disela-sela kesibukan duniawi
For anyone who cares their time


Dalam suatu Konferensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.” (lagi…)
Shubuh on fire

Sebuah Renungan……Sebuah Peringatan……
***Tegakkan Islam di dalam dirimu, niscaya Islam akan tegak di muka bumi***
Sebuah omong-kosong besar….. (lagi…)
HIJRAH: Langkah awal menuju kemenangan

Tak terasa sudah 1430 tahun semenjak Rasulullah saw dan para sahabat serta para pengikutnya meninggalkan kota Mekkah yang dapat dilukiskan sebagai kota yang penuh duka-cita bagi Rasulullah saw
beserta para sahabat ashabiqunnalawaluun dalam upayanya menegakan Dienullah menuju sebuah kota penuh harapan yang dijanjikan oleh Allah sebagai negeri/kota aman, sejahtera dan dirahmati Allah (Baldatun Thayibatun Wa Rabbun Ghaffur)
Betapa tidak, segala bentuk dan upaya da’wah Beliau saw dan para sahabatnya di kota kelahiran Beliau saw penuh dengan rintangan dan gangguan dari tangan-tangan kaum Quraisy yang tak senang akan sambutan da’wah Beliau saw untuk memeluk Dien yang kholis (suci) yaitu Al-Islam, segala daya upaya telah Beliau saw lakukan untuk menyampaikan risalah Illahi kepada masyarakatnya agar meninggalkan segala bentuk penyembahan kepada selain Allah, sudah kurang lebih 13 tahun Beliau saw mencoba berjuang dengan harta dan jiwa untuk mengubah aqidah masyarakat/kaum nya dengan berbagi rintangan dan gangguan yang hebat dan bertubi-tubi menimpa kepada Beliau saw dan para sahabatnya mulai dari penyiksaan ringan, pemboikotan sampai percobaan pembunuhan kepada diri beliau saw di penghujung masa ketika beliau hendak melaksanakan hijrah dari kota Mekkah menuju kota Madinah.
Bencana Oh Bencana

Hari itu tanggal 30 September 2009 pukul 17.16 daerah Sumatera Barat tepatnya di kota Padang diguncang oleh gempa berkekuatan 7,6 SR dan disusul kembali dengan gempa dengan kekuatan guncangan yang sama pada pukul 17.58 di Padang-Pariaman yang tentu saja meluluhlantakan bangunan-bangunan dan juga rumah-rumah dalam tempo beberapa detik saja, tidak itu saja ratusan korban pun berjatuhan karena tertimpa reruntuhan bangunan dan mungkin saja masih banyak korban yang belum ditemukan jasadnya karena sulitnya evakuasi dari reruntuhan yang hampir rata dengan tanah, kalau dihitung-hitung entah berapa triliun rupiah harta benda yang telah lenyap dalam sekejap atas bala bencana yang dahsyat itu dan setelah itu membutuhkan berapa triliun rupiah untuk recovery dan healing therapy untuk anak-anak yang trauma.
Pada keesokan harinya pada pukul 08.52, tak kalah hebatnya kota Jambi pun diguncang gempa dengan kekuatan yang sama dahsyatnya sehingga kehancuran bangunan dan rumah-rumah pun tak terelakan belum lagi korban jiwa yang tertimpa tak terhitung lagi. (lagi…)
Paradigma Baru NII

Jeffrey Ahmad Assayyaf
Warga Negara Karunia Allah NII
Bicara NII dengan paradigma baru memang menarik. Proklamasi NKA NII memiliki semangat yang abadi sampai menembus batas waktu dan teritorial, langkah Bp. Assyahid Imam SMK menjadi legenda yang menarik untuk direaktualisasikan dalam era kapanpun dan di manapun. Ideologi NII adalah ideologi Islam yang akan terus membara dalam setiap zaman.
LATAR BELAKANG PENDIRIAN NKA NII
Lahirnya NII banyak dituding oleh banyak pihak karena sakita hati, dan bersifat spontanitas, lahir pada saat terjadi vacuum of power di Republik. Sejak 1926 telah berkumpul para ulama di Arab dari berbagai belahan dunia, termasuk H.O.S Coktoaminoto guna membahas rekonstruksi khillafah Islam yang runtuh pada 1924. Sayangnya hasil syuro para ulama tidak berkelanjutan. Tidak membuahkan hasil.
Minal ‘aidzin wal fa’idzin
Setelah sebulan lamanya kita berjuang dan berusaha dengan istiqammah “menahan” dari segala hawa nafsu demi tercapainya derajat Mutaqqin di hadapan Allah SWT, maka dengan ditutupnya buln Suci Ramadhan yang penuh berkah,maghfirah dan ampunan kita menuju 1 Syawal 1430 H semoga lahir dan bathin kita kembali fitri /suci sesuci bayi yang baru dilahirkan dari rahim sang ibu yang pengasih. Mohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh ikhwah semoga kiranya kita menjadi lebih bertaqwa kepadaNya selepas lulus dari madrasah ramadhan kali ini, moga kita disampaikan kembali kepada bulan suci Ramadhan yang akan datang, amin.
Taqabalallahuminna waminkum siyyamanna wasiyyamakum Taqabalallahu yaa kariim.
Wassalam.
Apakah ini merupakan tetesan air mata malam Lailatul Qadar?
Spiritual Journey in Ramadhan 1430H

Bismillah.
Tika itu adalah malam ke-25 di bulan Ramadhan 1430H dimana menjadi isyarat yang telah disabdakan Rasulullah saw akan tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadar, Rasulullah saw bersabda:”Carilah dia (lailatul qadar) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim). Oleh karena itu jauh-jauh hari sebelumnya saya ber-azam untuk istiqamah melaksanakan shalat tarawih dan qiamul ramadhan sepenuhnya terkhusus di sepuluh malam terakhir lebih-lebih lagi di malam-malam ganjil.
Sebelum menjelang malam, pada sore harinya saya bersama istri berangkat ke Dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan pertama kandungan istri dengan USG dikarenakan ada flek darah yang tidak kunjung berhenti dan ini membuat kami was-was takut ada kelainan pada awal kandungan yang baru berusia 6 minggu ini, selama pendaftaran dan menunggu giliran saya diliputi kecemasan dan tak henti-hentinya mencoba untuk terus bertasbih memohon kepada Allah SWT atas kesehatan istri dan kandungannya, begitupun halnya dengan istri saya, saya ingatkan untuk bertasbih daripada hanya melamun. Menit demi menit pasien lainpun silih berdatangan untuk konsultasi dan pengecekan rutin kandungan. Setelah hampir satu jam kami menunggu Dokter yang dinanti-nanti belum juga kunjung datang, hanya menambah kecemasan kami saja, jam pun sudah menunjukan pukul 17.25……ya, hampir tiba saatnya untuk berbuka…beberapa saat kemudian berderinglah telepon genggam asisten Dokter dan setelah kami dengar-dengar pembicaraan mereka ternyata itu adalah panggilan dari pak Dokter yang ternyata memberikan informasi bahwa praktek hari ini ditunda sampai pukul 18.30, bersamaan dengan peluh jenuhnya menunggu disertai dengan kecemasaan kami pun pulang ke rumah untuk berbuka dan shalat.
Ciri-ciri Malam Lailatul Qodr

Ciri-ciri Lailatul Qodr
Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :
”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (Lailatul Qodr) dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)
Kedahsyatan Sedekah di Bulan Suci Ramadhan

Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan
Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)
Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)
Namun bulan Ramadhan merupakan momen yang spesial sehingga beliau lebih dermawan lagi. Bahkan dalam hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus. Diibaratkan demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat. Dalam hadits juga angin diberi sifat ‘mursalah’ (berhembus), mengisyaratkan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki nilai manfaat yang besar, bukan asal memberi, serta terus-menerus sebagaimana angin yang baik dan bermanfaat adalah angin yang berhembus terus-menerus. Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari.
Oleh karena itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki semangat yang sama. Yaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak dan lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan lainnya.
Ramadhan Adalah Bulan Kemenangan

Bila ditilik dari sejarah islam semenjak era kepemimpinan Rasulullah saw di Madinah sampai kekhalifahan Salahuddin Allayubi di Palestina ternyata bulan Ramadhan adalah bulan kemenangan bagimana tidak, setiap peperangan yang dipimpin oleh Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya lalu dimenenangkanya dengan kemenangan telak atas izin Allah SWT itu semua terjadi di bulan Ramadhan yang suci, juga terjadi pada peperangan-peperangan selanjutnya setelah Beliau saw wafat yang diantaranya peperangan yang dipimpin oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Abu Muslim al-Khurasany, dan yang fenomenal adlh kemenagan Shalahuddin al-Ayubi atas tanh suci Palestina.
Manjemen Amal Shaleh di Bulan Ramdhan

Hudzaifah.org – Mari kita simak briefing Rasulullah saw. ketika akan memasuki bulan suci ini:
Wahai sekalian manusia, bulan yang besar lagi penuh berkah telah menaungi kalian: bulan Ramadhan. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah jadikan shaumnya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai tathowwu (amalan sunnah).
Siapa yang bertaqorrub (mendekatkan diri kepada Allah) di dalam bulan Ramadhan dengan satu bentuk kebaikan, maka samalah dengan orang yang mengerjakan satu fardhu (kewajiban) di bulan lainnya. Dan siapa yang mengerjakan satu fardhu di bulan Ramadhan, maka samalah dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lainnya.
Ia adalah bulan sabar, dan pahala sabar adalah syurga. Ia adalah bulan santunan, dan bulan di mana rizqi seorang mukmin akan ditambah.
Pada bulan ini, siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang bershaum, maka hal itu merupakan pengampunan dosa-dosanya, pembebasan dirinya dari api neraka, dan ia memperoleh pahala yang sama dengan orang yang bershaum itu,tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala orang yang bershaum.
Kemudian, para sahabat radhiyallahu anhu bertanya, Ya Rasulullah! Tidak setiap kami mendapati apa yang akan diberikan untuk berbuka bagi orang yang bershaum. Maka Rasulullah SAW menjawab,
Allah memberikan pahala ini kepada siapa saja yang memberi buka orang shaum dengan satu biji kurma, atau seteguk air, atau seteguk susu yang sudah dicampur air sekalipun.
Ia merupakan bulan yang permulaannya adalah rahmah, pertengahannya ádalah maghfiroh (ampunan), sedang penghujungnya adalah pembebasan dari api neraka.
Subhanallah… Siapa yang meringankan kerja pembantunya, maka Allah berikan maghfiroh kepadanya, dan Allah bebaskan dia dari api neraka.
Maka perbanyaklah empat hal.
Yang dua untuk memperolah ridho Rabb kalian yaitu bersyahadah dan beristighfar.
Dan dua hal lagi yang pasti sangat kalian perlukan, yaitu meminta syurga kepada-Nya dan memohon perlindungan-Nya dari api neraka. Siapa yang memberi minum orang yang berbuka, maka di padang mahsyar Allah akan memberinya minum dari telaga Allah, dengan minuman yang dia tidak merasa haus lagi, sampai dia masuk syurga. (HR. Ibnu Khuzaimah)
Berikut beberapa hal yang kurang lebih tertangkap dalam khutbah Rasulullah tsb:
Selengkapnya…
Apa Saja Keutamaan yang ada di Bulan Ramadhan

1.Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an.
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk shaum dan pada bulan ini pula Al Qur’an
diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karenaitu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia shaum pada bulan itu.”
(QS. Al Baqarah [2] : 185)
Tetap Sehat & Segar Di Bulan Ramadhan

Untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat selama bershaum, beberapa hal berikut ini perlu kita perhatikan, sehingga dapat membantu meningkatkan amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan.
1. Mengakhirkan sahur
Disunahkan mengakhiri waktu makan sahur dengan waktu yang tak jauh dari saat terbit fajar. Telah diriwayatkan dari Anas r.a., dari Zaid bin Tsabit r.a., bahwasanya dia pernah berkata: “Kami pernah makan sahur bersama Nabi SAW, setelah itu Beliau langsung berangkat shalat “. Aku tanyakan: “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Dia menjawab, “kira-kira sama seperti bacaan limapuluh ayat. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, IV/118 dan Imam Muslim, 1097).
Hikmah mengikuti sunnah Nabi SAW dengan mengakhirkan sahur memang banyak manfaatnya bagi tubuh. Tubuh akan mempunyai tenggang waktu yang cukup guna membakar makanan untuk diubah menjadi energi, sehingga badan tidak akan lemas pada siang hari.
Menu Berbuka
Ini ada beberapa resep menu untuk berbuka alias ta’jil, selamat menikmati
Es Blewah
————-
es blewah

es blewah
Blewah itu bentuknya mirip labu, tapi harumnya lebih dekat ke melon. Dulu blewah hanya muncul pas puasa. Sekarang sih setiap hari rasanya kita bisa melihat buah blewah ini. Maklum, sudah banyak digunakan untuk es buah dorong.
Untuk resep Es Blewah ini Mlandhing sengaja membuat yang paling simpel.
BAHAN:
1/2 bh blewah
250 gr gula pasir
es batu
CARA MEMBUAT:
# Bersihkan blewah dari isinya. Serut dengan serutan yang lembut memanjang, tampung dalam mangkok.
# Tambahkan gula pasir, aduk-duk dengan sendok hingga airnya keluar.
# Siapkan gelas, ambil beberapa sendok blewah berikut ’sirupnya’, sesuai selera. Beri es batu.
# Sajikan.
TIPS & TRIK:
# Pilih blewah yang tidak terlalu matang, tapi juga jangan yang mentah. Biasanya kulitnya sudah menguning tapi teksturnya masih keras.
Selengkapnya…
Agar Pahala Shaum Kita Tidak Sia-sia

Ibadah shaum bertujuan membentuk manusia beriman agar bertaqwa. Itulah pesan yang terdapat dalam Al Qur ‘an, surat Al Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan hukum wajibnya bershaum bagi umat Islam pada setiap datangnya bulan Ramadhan.
Potensi ibadah shaum untuk mengantarkan kita menjadi manusia-manusia taqwa sangat mungkin dan terbuka luas. Tidak saja diriset dari keagungan bulan Ramadhan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an, dilaksanakannya shaum pada siang hari, dan terdapatnya malam “lailatul Qadhar” yaitu malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Akan tetapi lebih dari itu, salah satu sebabnya karena ibadah shaum memiliki amunisi energi positif yang dahsyat menempatkan posisi ibadah shaum sebagai ibadah teknis sosial sangat pribadi atau personal.
Keistimewaan Shadaqah di Bulan Suci Ramadhan

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu ‘anhuma, ia berkata :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan:
“Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. “
Dan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. “



Mereka berkata: